Qatar Dicap Sebagai Tuan Rumah Terburuk dalam Sejarah Piala Dunia

Qatar dicap sebagai tuan rumah terburuk, kecaman ini kian santer jadi perbincangan. Apalagi berbagai media online dari Negara yang menyoroti masalah ini. Seperti yang kita tahu bahwa Qatar tahun ini mendapatkan kesempatan sebagai pihak tuan rumah.

Piala Liga Update mengenai perhelatan akbar ini seakan tidak ada habisnya. Bahkan dalam satu hari saja tidak memilikinya akan ada fakta baru yang menarik untuk dikupas. Sedari awal saja Qatar sudah berhasil menarik atensi publik ketika menjadi tempat acara ini terjadi.

Polemik mulai dari perhelatan dan pembangunan dari tempat berlangsungnya acara ini bahkan sudah sempat berhembus konflik. Inilah yang menjadi hal menarik untuk kita bahas lebih jauh kenapa sampai saat ini kecaman tidak surut justru kian membara.

Liga Bola Online Sebenarnya apa yang sedang terjadi dan menjadi sorotan publik? Coba mari kita kupas lebih jauh arah dari pembicaraannya kali ini.

Qatar Dicap Sebagai Tuan Rumah Terburuk, Kenapa?

Ligabetwin Membahas mengenai Piala Dunia jelas akan langsung terbayang mengenai Qatar. Pasalnya tahun ini lokasinya berada disini dan menjadi opsi yang mencengangkan sedari awal. Inilah mengapa setiap ada yang menjadi hal tidak biasa orang akan langsung menyorotnya.

Nah alasan orang menyebut Negara ini menjadi yang paling buruk sebagai tuan rumah ternyata mengarah terhadap kekalahannya. Sebagai tuan rumah performa tim nasional yang berlaga cukup menelan pil pahit. Kekalahan diperparah ketika mereka yang bisa masuk Grup A karena menjadi tuan rumah justru tersingkir langsung.

Dapatkan Satu Poin

Tim nasional Qatar berhasil dapatkan poin satu untuk gol ketika mereka melawan Tim Nasional Senegal. Pecah telur ini menjadi satu-satunya, tentu saja tidak berhasil mempertahankan prestasinya. Sehingga kita perlu mengetahui bahwa ketika bermain beberapa kali melawan tim lain tidak dapatkan poin sama sekali.

Agen Bola Tentu saja mereka sempat bertanding beberapa kali untuk memperbaiki keadaan. Namun ketika bertemu Ekuador dan Belanda Qatar sama sekali tidak menciptakan gol. Dalam babak pertandingan Grup A jelas hanya satu poin saja yang berhasil di dapatkan tim ini.

Jadi Tim yang Tersingkir Pertama

Qatar dicap sebagai tuan rumah terburuk karena menjadi tim yang pertama kali tersingkirkan pada putaran awal. Cukup disesalkan bukan dalam beberapa kali pertandingan mereka tidak dapatkan keberuntungan sama sekali. Akhirnya harus berbesar hati untuk merelakan kekalahan ini.

Agen Bola Online Kesempatan permainan pertama yang mereka laksanakan ini langsung berlalu begitu saja. Alasan ini menjadi perhatian pertama dari penggemar sepak bola kenapa akhirnya harus berakhir seperti ini saja. Sebagai tuan rumah yang diberikan kesempatan bermain mereka justru gagal menjadi yang pertama. Sehingga permainan perdana dan kekalahan tim pertama juga.

Penuh Polemik dan Kontroversi Korupsi

Jika kita perhatikan Piala Dunia tahun 2022 ini tampak berbeda dan tidak gegap gempita biasanya. Pasalnya sedari awal Qatar sudah menuai berbagai kecaman dan polemic yang menyertainya. Sehingga inilah yang menyebabkannya sebagai alasan tuan rumah terburuk ini makin diperkuat.

Agen Judi Online Qatar dicap sebagai tuan rumah terburuk ini mendapatkan angin ribut dari banyaknya polemik yang bersangkutan dari tuduhan korupsi. Bahkan adanya penyuapan dalam proses turnamen tersebut. Pencucian olahraga ini menjadi desas desus yang sangat kencang sekali.

Kabarnya masih berlangsung penyelidikan terkait dengan tuduhan korupsi yang menyertai perhelatan besar ini. Bahkan pejabat besar dari FIFA dan pihak lain ikut menjadi perhatian.

Ingkarnya FIFA Terkait Sustainability

Terkait dengan Global Carbon Council yang sempat disebut-sebut. Tidak hanya itu saja pemenuhan terkait dengan netralitas karbon yang kabarnya akan menjadi netral sepanjang kompetensi tidak terpenuhi. Turnamen tahun ini yang seharusnya menjadi pertama kali dalam sejarah menjadi netral terhadap karbon belum terealisasi.

Hal ini jelas menjadi perhatian serius karena pemerintah Qatar juga memperhatikan dari independensi standarnya. Oleh karena itulah siapapun yang memahaminya sedari awal akan langsung ikut memperhatikannya. Cukup serius khususnya keterlibatan pihak professional akan kejadian ini.

Permasalahan Buruh Migran                           

Qatar dicap sebagai tuan rumah terburuk juga berhubungan dengan permasalahan dari buruh migran. Jika kita perhatikan memang sejak persiapan untuk pembangunannya sudah menimbulkan masalah dan bahkan korban jiwa. Sejak tahun 2010 terhitung bahwa ada lebih dari 6.500 pekerja yang meninggal dunia terkait dengan pembangunannya.

Agen Bola Online Berbagai buruh dari Negara sekitarnya seperti Sri Lanka, Nepal, Bangladesh, India dan bahkan Pakistan menjadi korbannya. Hal ini jelas menyeret langsung kearah Hak Asasi Manusia yang semakin ketara. Pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan stadion, infrastruktur transportasi bahkan akomodasi.

Dari segi logistic memang sudah sulit sedari awalnya dan bertambah bahwa investasinya tersebut bermasalah. Buruh migran mencapai 2 juta yang 94% nya merupakan pekerja dengan tenaga kerja paksa sistem kafala atau sponsor. Ini berarti pekerja tersebut melalui kontrak yang berada di atas hukum.

Namun cukup disayangkan bahwa melalui berbagai saksi bahwa pekerja yang diwawancara mengalami hal yang tidak menyenangkan. Terjadi pelanggaran hak kerja mulai dari jam kerja berlebih, pencurian upah, kehidupan lingkup berbahaya, kondisi kerja dan lebih buruknya terjadi pelecehan baik secara seksual juga fisik.

Terkait LGBT yang Ramai Tuai Kontroversi

Qatar dicap sebagai tuan rumah terburuk juga disangkutpautkan dengan adanya larangan keras terkait aktivitas kampanye LGBT. Budaya Islam di Negara Timur Tengah ini kekeh dilaksanakan dan tidak ada penentangan sama sekali. Terlihat semakin memanas ketika salah satu penonton yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

Ini terjadi ketika dirinya masuk ke stadion menggunakan kaos bersablon pelangi (simbol LGBT). Secara langsung ditahan bahkan sampai sekitar 25 menitan. Pasalnya Qatar secara keras memang tidak menyetujui perilaku LGBT, ini menjadi kultur mereka sebagai Negara muslim. Masuk dalam tindakan yang melanggar undang-undang.

Agen Bola Online Terpercaya Sehingga pada akhirnya mereka tidak mengubah pandangannya sama sekali meski dalam perhelatan Piala Dunia 2022 ini. Mereka memang tetap menghormati kebebasan orientasi seksual, namun tetap tidak memperbolehkan adanya atribut atau semacamnya yang masuk ke stadion. Banyak yang berpendapat bahwa tidak ada hubungannya antara orientasi seksual dengan pertandingan sepak bola.

Larangan Alkohol Selama Pertandingan

Sorotan yang tidak kalah sempat ramai adalah larangan alkohol selama pertandingan berlangsung. Ini juga mendapatkan persetujuan dan tidak masalah karena termasuk dalam adat atau budaya yang Qatar pegang teguh. Mungkin saja terkesan terlalu banyak larangan namun kembali lagi, kali ini perhelatan ini berlokasi di Negara yang mayoritasnya muslim.

Agen Liga Bola Online Dibalik banyaknya kontroversi ini tentu Qatar tetap tampak sudah berusaha keras. Mungkin saja terjadi pelanggaran namun tidak menutup mata bahwa perhelatan ini berjalan cukup baik dan seru. Bahkan dalam kurun waktu 28 hari berlangsungnya pertandingan ini akan dikenang dalam sejarah persepakbolaan dunia.

Qatar dicap sebagai tuan rumah terburuk bukan perkara hanya terkait dengan kekalahan pertama saja ternyata. Terdapat urgensi yang lebih serius dari ini semua, kita sudah kupas tuntas hal ini. Kembali pada sudut pandang masing-masing.